Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, seniman pahat di era modern ini dihadapkan pada tantangan dan peluang yang cukup besar. Tantangan tersebut antara lain adalah bagaimana seniman pahat dapat tetap relevan dan bersaing di tengah arus informasi yang begitu cepat dan mudah diakses melalui internet. Di sisi lain, peluang juga terbuka lebar untuk seniman pahat untuk mengembangkan karya-karya mereka dengan menggunakan teknologi digital sebagai media ekspresi yang baru.
Menurut Ahmad Dhani, seorang seniman pahat ternama, “Tantangan bagi seniman pahat di era digital adalah bagaimana menghadirkan karya-karya yang tetap memiliki nilai artistik dan keunikan di tengah kemudahan akses informasi yang ada saat ini. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar bagi seniman pahat untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui media sosial dan platform online.”
Salah satu contoh seniman pahat yang berhasil memanfaatkan era digital adalah Dolorosa Sinaga. Melalui media sosial dan situs web pribadinya, Dolorosa mampu menarik perhatian banyak orang dari berbagai belahan dunia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, karya-karya pahatnya menjadi lebih mudah dijangkau oleh khalayak yang lebih luas.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat juga tantangan dalam menghadapi era digital bagi seniman pahat. Menurut Bambang Eryudhawan, seorang kurator seni, “Salah satu tantangan yang dihadapi seniman pahat di era digital adalah bagaimana mereka dapat mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam karya-karya mereka, sambil tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi yang ada.”
Dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital, seniman pahat perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mengekspresikan karya-karya mereka, seniman pahat dapat meraih kesuksesan dan menginspirasi generasi masa depan dalam dunia seni pahat.