Perkembangan seni murni di Indonesia memang memiliki sejarah yang sangat panjang dan beragam. Seni murni sendiri merupakan bagian dari seni rupa yang lebih bersifat estetis dan tidak terikat oleh fungsi praktis. Sejak zaman prasejarah, seni murni telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Sejarah perkembangan seni murni di Indonesia dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara, dimana seni dipengaruhi oleh budaya-budaya asing seperti India dan Tiongkok. Namun, pada masa kolonialisme, seni murni Indonesia mulai mengalami perubahan yang signifikan. Menurut Dr. Mikke Susanto, seorang ahli seni, “Perkembangan seni murni di Indonesia pada masa kolonialisme dipengaruhi oleh gaya-gaya seni Barat, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.”
Pengaruh seni Barat terus terasa hingga masa kemerdekaan Indonesia. Seniman-seniman seperti Affandi dan Sudjojono menjadi tokoh-tokoh penting dalam perkembangan seni murni di Indonesia. Menurut Prof. Dr. S. Sudjojono, “Seni murni di Indonesia harus tetap mempertahankan nilai-nilai lokal, namun juga tidak boleh tertutup terhadap pengaruh-pengaruh dari luar.”
Perkembangan seni murni di Indonesia terus berlanjut hingga saat ini. Dengan adanya perkembangan teknologi dan globalisasi, seni murni Indonesia semakin berkembang dan mendapat apresiasi yang lebih luas baik di dalam maupun di luar negeri. Menurut Rika Sudirman, seorang kurator seni, “Seni murni di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu warisan budaya yang membanggakan.”
Dengan melihat sejarah dan pengaruh seni murni di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa seni murni merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia. Seni murni tidak hanya sebagai bentuk ekspresi kreativitas, namun juga sebagai sarana untuk memperkuat dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Semoga seni murni di Indonesia terus berkembang dan menjadi kebanggaan bagi bangsa.